Ketua KTNA Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku saat melakukan pertemuan dengan petani nelayan Kabupaten Jayapura di Rumah Cokelat, Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, belum lama ini untuk membahas pelaksanaan Pra PENAS tahun 2022

SENTANI, lpplrku.jayapurakab.go.id – Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) merupakan ajang pertemuan para petani dan nelayan yang digagas tokoh tani nelayan sejak tahun 1971. Merupakan event empat tahunan yang akan menjadi ajang uji kompetensi atau unjuk ketangkasan di bidang pertanian, perkebunan, perikanan maupun peternakan.

Untuk diketahui, ajang Pekan Nasional (PENAS) ke- XVI yang akan berlangsung di Padang, Sumatera Barat itu sebagai ajang pertukaran teknologi dan inovasi petani.

Ketua KTNA Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku menjelaskan, ajang Pekan Nasional (PENAS) KTNA dilaksanakan setiap empat tahun sekali, tetapi di tingkat provinsi dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan setiap tahun.

“Jadi, ajang PENAS KTNA akan diikuti oleh peserta yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, dengan kekuatan kontak tani nelayan dari daerahnya masing-masing. Setiap provinsi bisa mengirimkan peserta hingga seribu orang, karena ada peserta utama, peserta pendamping dan peserta peninjau,” ungkap Adolf Yoku, saat ditemui di Felavouw, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa 24 Mei 2022 sore.

Sebelum event PENAS XVI Tahun 2022 digelar, kata Adolf Yoku, itu akan diawali dengan event Pra PENAS yang juga sebagai wadah belajar mengajar, tukar-menukar informasi dan berbagi pengalaman bagi petani nelayan, serta pengembangan kemitraan.

Pra PENAS tahun 2022 direncanakan akan berlangsung pada tanggal 25 – 27 Juni 2022 di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, guna mempersiapkan pelaksanaan PENAS XVI tahun 2023 di Padang, Sumatera Barat.

“Kabupaten Jayapura secara organisasi sudah memenuhi syarat, sudah dibentuk dan dilantik/disyahkan. Dan sesuai hasil rapat diputuskan KTNA Kabupaten Jayapura akan ikut Pra-PERNAS di Maros. Dari setiap OPD mitra itu bisa mempersipkan 2 orang petani/nelayan andalannya, jadi dari 5 OPD kalau memberangkatkan 10 sampai 20 petani tidak masalah bagi Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Pria yang juga mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Jayapura ini menambahkan, koordinasi dengan provinsi sampai saat ini belum ada kepastian untuk ikut Pra-PENAS, sehingga mereka merekomendasikan dan sudah mendaftarkan kepada KTNA Pusat bahwa KTNA Kabupaten Jayapura siap untuk ikut Pra-PENAS mewakili Provinsi Papua.

“Karena ini juga pertaruhan wibawa kita khususnya di bidang pertanian, karena PENAS sebelumnya di Aceh, Provinsi Papua tampil sebagai Juara Umum,” kata Adolf.

Seharusnya tahun lalu, kata Adolf, PENAS XVI dilaksanakan di Sumatera Barat namun karena pandemi akhirnya dimundurkan menjadi tahun 2023. Sedangkan tahun ini, sesuai keputusan Rembug KTNA Nasional dilaksanakan Pra-PENAS di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Beberapa agenda penting dalam ajang Pra-PENAS antara lain Rembug Utama, Temu Wicara, Pameran dan Promosi, Temu Usaha Agribisnis, Studi Banding dan Temu Profesi.

Pra-PENAS 2022 diperkirakan akan diikuti sekitar 5.000 orang perwakilan petani-nelayan, baik sebagai peserta utama, peserta pendamping serta peserta peninjau yang datang dari seluruh Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here