SENTANI, lpplrku.jayapurakab.go.id – Dua puluh delapan (28) finalis perwakilan dari beberapa distrik di Kabupaten Jayapura, mengikuti Grand Final Pemilihan Putra Putri Pariwisata Yauw Enggo Kabupaten Jayapura Tahun 2022, di Suni Garden Lake Hotel & Resort Sentani, Hawaii, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu 25 Juni 2022 malam.

Setelah melalui rangkaian penilaian, Dewan Juri memutuskan, dua finalis sebagai pemenang putra putri pariwisata atau Yauw Enggo, yakni Adolf Daimoye dan Flora F. Ohee.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., yang hadir di acara tersebut, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Yauw-Enggo Kabupaten Jayapura tahun 2022.

Ajang tersebut, kata Bupati, diharapkan mampu menjadi wadah bagi putra-putri terbaik Bumi Khenambay Umbay untuk menyalurkan bakat dan minatnya dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan etika.

“Saya melihat ini satu semangat secara mandiri, karena masyarakat bisa menyelenggarakan ini. Hal itu luar biasa dan kita bisa lihat foto-foto yang terpampang di baliho itu sangat mantap sekali. Saya sampai terheran-heran juga, ternyata memang potensi kita luar biasa. Hanya saja siapa yang mau beri ruang untuk menyelenggarakan ini,” ucapnya.

Karena itu, Bupati Jayapura mengatakan, begitu pihaknya mendorong pemuda Papua Kreatif itu muncul ide-ide maupun kreativitas-kreativitas baru. “Jadi, mereka hanya butuh ruang sekarang. Begitu kasi kesempatan, maka mereka akan berkreasi. Saya merasa kagum juga, malam ini kita menyaksikan grand final pemilihan putra-putri pariwisata Yauw-Enggo itu kayak Abang dan None di Jakarta,” kata Bupati Jayapura dua periode ini.

Sektor pariwisata, terang Bupati, telah menjadi salah satu sektor unggulan Kabupaten Jayapura, dengan berbagai potensi dan daya tariknya.

Namun demikian, adanya pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata menjadi salah satu sektor paling terdampak.

“Oleh karena itu, pemerintah sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai salah satu upaya membangkitkan dan menggairahkan kembali sektor pariwisata melalui marketing tourism oleh duta wisata atau putra putri pariwisata Yauw Enggo Kabupaten Jayapura,” jelas Bupati.

Bupati menekankan, ajang tersebut jangan hanya sekedar kompetisi adu fisik, kecantikan dan ketampanan semata. Namun, diharapkan para finalis memiliki wawasan luas, untuk mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif dalam upaya mempromosikan dan mensosialisasi pesona pariwisata Kabupaten Jayapura.

“Menjadi duta wisata tentu bukan hal mudah. Butuh proses untuk melewati berbagai tahapan seleksi ketat. Bagi yang terpilih sebagai Duta Wisata Kabupaten Jayapura tahun 2022, jadilah duta wisata yang aktif berkarya dan berkontribusi dalam kemajuan pariwisata Kabupaten Jayapura. Sebagai generasi milenial yang akrab dengan teknologi, saya yakin saudara sekalian memiliki banyak pemikiran brilian, serta dapat menginisiasi berbagai inovasi, dalam rangka merepresentasikan keindahan dan keistimewaan pariwisata Kabupaten Jayapura,” tegasnya.

Untuk itu, Bupati berharap agar Duta Wisata Kabupaten Jayapura menjadi mitra pemerintah, dengan menyalurkan karya dan inovasi untuk mendukung program pemerintah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Yauw-Enggo Kabupaten Jayapura, Ny. Enauche Puraro Awoitauw dalam laporannya menyebutkan, tujuan Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Yauw-Enggo Kabupaten Jayapura Tahun 2022 untuk lebih meningkatkan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam bidang pariwisata, membentuk remaja-remaja berdedikasi dan berprestasi.

“Juga membantu Pemerintah Daerah untuk mempromosikan pariwisata, seni dan budaya, menjadi ajang pencarian bakat sekaligus pengujian mental, tempat menyalurkan bakat, minat dan kreativitas, serta membina remaja yang berkepribadian dan memiliki attiude,” katanya.

Selain memilih duta wisata, kata Uce sapaan akrabnya, di event ini juga mengangkat potensi budaya yaitu, kearifan lokal masyarakat Kabupaten Jayapura seperti kulit kayu dari Pulau Asei.

“Jadi, untuk penyelenggaraan perdana pemilihan duta wisata ini, kami mengangkat kulit kayu dari Pulau Asei, yang dilukis oleh tangan sendiri yang dijadikan kostum adat masyarakat di tempat tersebut,” katanya.

Kostum adat tersebut di modifikasi menjadi busana yang dipakai oleh tiga pasang finalis Yauw-Enggo.

Sebelumnya, peserta yang lulus dan menjalani karantina sebanyak 28 orang, masing-masing terdiri dari 14 pria (Yauw) dan 14 wanita (Enggo).

Hadir di acara grand final Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Yauw-Enggo Kabupaten Jayapura, antara lain Sekda Kabupaten Jayapura Dra. Hana S. Hikoyabi, Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen, Direktur Utama PDAM Jayapura Entis Sutisna, Kepala Distrik Sentani Marsuki Ambo, serta para dewan juri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here