SENTANI, lpplrku.jayapurakab.go.id – Stand pameran KTNA Kabupaten Jayapura terus saja membludak, akibat pengunjung yang silih berganti. Sejak pembukaan Pra Penas di lapangan Pallantikan kompleks perkantoran Bupati Maros, stand KTNA Kabupaten Jayapura terus dipadati pengunjung. Dari pagi hingga sore menjelang malam, para pengunjung terus berdatangan hanya ingin melihat dari dekat, mencicipi bahkan membeli produk yang dipromosikan langsung oleh pelaku usaha UMKMĀ  asal Kabupaten Jayapura.

Kesan pengunjung, Papua unik, kaya akan produk lokal sehingga kesempatan Pra Penas ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati dan memperolehnya.

Hal itu diutarakan Sumrambah, pengurus KTNA asal provinsi Jawa Timur saat berkunjung ke stand KTNA Kabupaten Jayapura sambil membeli dan memakai ukiran mahkota kulit kayu.

“Banyak produk lokalnya, unik. bakso sagu, martabat sagu, coklatnya enak, saya suka. tidak heran kalau banyak yang berkunjung ke stand KTNA Kabupaten Jayapura Papua,” ujarnya.

Sipora Sorontou salah satu pelaku UMKM asal kampung Maribu Distrik Sentani Barat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura dan KTNA Kabupaten Jayapura yang telah mendukung dan memfasilitasi mereka ke event Pra Penas Maros.

“Hari ini saya difasilitasi Dinas Pertanian ikut serta mempromosikan pangan lokal dengan bahan dasar sagu, yaitu martabak sagu, krispi sagu dan produk UMKM lainnya,” ujarnya sambil melayani pengunjung mencicipi menu yang ada.

Sipora mengakui ada pendampingan dinas terkait berupa alat atau mesin kerja pendukung, serta melibatkan mereka pada event promosi. Tidak hanya itu informasi yang mereka terima akan dibantu Dinas Perindag untuk rumah produksi, sehingga diharapkan agar bisa segera diwujudkan guna peningkatan usaha mereka.

“Kami terus mengharapkan dukungan dinas terkait agar produksi usaha kami bisa lebih meningkat lagi. Kalau bantuan berupa dana memang belum ada. saya tumbuh awalnya beranikan diri kredit di bank BRI, tahun lalu sudah lunas cicilan, setelah itu saya kredit lagi sekarang dan tahap cicil,” kisah singkat Sipora Sorontou jatuh bangun menghidupkan usahanya.

Yang membuat dirinya berani membuka usaha karena ia sadar ke depan pintu kesempatan bagi UMK terbuka lebar, tinggal niat dan komitmen untuk memulainya.

“Menurut saya pemerintah bisa dorong atau membantu tentu mereka lihat dulu masyarakat atau kelompok UMK mana yang sudah mau mulai star, nah pangan lokal kita contoh sagu banyak yang bisa kita olah, kita tampilkan pasti mendapat dukungan,” katanya.

Ia mengajak para pelaku UMKM kabupaten Jayapura untuk terus-menerus berinovasi dengan mengolah pangan lokal yang ada di kampung halaman sehingga menjadi nilai jual yang tinggi.

“Sekarang era nya UMKM untuk maju, saya mengajak teman-teman UMKM mari kita terus maju pantang mundur. jika ada kegagalan bukan berarti kita harus mundur tetapi kita terus berjuang maju, terus belajar, dari apa yang kita alami. Dengan begitu pemerintah pasti akan membantu kita,” harapnya.

Banyaknya pengunjung juga diakui ketua KTNA Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku.

“Banyak pengunjung di stand KTNA Kabupaten Jayapura, ada yang berbelanja, ada yang sekedar mampir lihat-lihat, ada yang berfoto Selfi, mencicipi menu lokal yang disediakan pelaku UMKM. khusus mahkota kulit kayu hampir semua pengunjung suka pakai dan berfoto,” ujarnya.

Ajang ini lanjut Adolf, untuk bagaimana petani nelayan bisa memodifikasi pangan lokal di era digital saat ini. Menurutnya inovasi dan modifikasi adalah hal penting untuk memfariasikan satu bahan lokal dalam beragam kemasan dan cita rasa berbeda.

“Contoh sagu saja, sebetulnya bisa hampir dua ratus jenis olahan. Nah kita belum maksimal masih sedikit saja olahan sagu. Belum lagi dari bahan baku yang lainnya, cukup banyak tinggal semangat inovasi dan modifikasi kita terus galakkan,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here