SENTANI, lpplrku.jayapurakab.go.id – Kemandirian pangan adalah pesan penting disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dihadapan 5.364 orang peserta saat membuka PRA PENAS yang di pusatkan di lapangan Pallantikang Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (25/6) sore.

Lewat kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan gairah petani nelayan serta terbangun sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan komitmennya dalam memantapkan penguatan komoditi lokal untuk kemandirian pangan, demi meningkatkan kesejahteraan petani serta mengantisipasi krisis pangan global yang saat ini sedang melanda dunia.

“Forum ini harus menjadi bagian konsolidasi emosional, bagian konsolidasi konsep dan program. jangan pernah takut karena ada KTNA yang membackup,”

Dunia saat ini kata Mentan Syahrul, sedang lagi tidak baik,  sedang krisis pangan. namun biarkan badai gelombang dunia menghajar pangan dan Indonesia negara ke empat terbesar siap menjadi negara yang damai, aman dan tenteram di sektor pangan.

Dijelaskannya, krisis dunia yang terjadi sekarang membuat banyak negara inflasi. Amerika tidak pernah inflasinya di atas 1 persen, Jepang tidak pernah di atas 1 persen tapi sekarang Amerika sudah 8,1 persen Turki minus 6,2, tetapi Indonesia di bawah 3 persen karena ada pertanian yang menjadi bantalan ekonomi bangsa.

“Oleh karena itu saya titipkan melalui pertemuan Pra Penas ini kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota perbaiki lumbung pangan jangan menunggu dari tempat lain dalam menghadapi krisis, ketahanan pangan harus dijaga,” ujar Mentan.

Pra Penas Petani Nelayan Tahun 2022 ini merupakan forum pertemuan pendahuluan sebelum acara Penas Petani Nelayan XVI yang direncanakan diselenggarakan pada tahun 2023 di Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini juga dihadiri peserta dari kelompok KTNA di semua tingkatan, PERHIPTANI, pengurus/anggota Forum Komunikasi P4S, pengurus/anggota Asosiasi Petani Nelayan, DPA/DPM, perwakilan petani nelayan seluruh Indonesia, aparat Pemerintah, asosiasi dan organisasi profesi pertanian, pelaku agribisnis, penyuluh, peneliti dan pemangku kepentingan lainnya.

Pelaksanaan sejak tanggal 25-27 Juni 2022, dimulai dengan pembukaan, temu wicara, rembug utama, temu usaha agribisnis, studi banding, temu profesi, pameran pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan nasional hingga penutupan di akhir acara.

Sebagai wujud motivasi Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Giri Wijayantoro turut mendampingi kontingen Kabupaten Jayapura, ia juga mengatakan Pra Penas Petani Nelayan Tahun 2022 ini sebagai wadah belajar, tukar menukar informasi, pengalaman serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerja sama antara petani nelayan.

“Melalui kegiatan kontak tani nelayan ataupun peserta kita yang hadir ini diharapkan dapat saling share pengalaman, diskusi dan konsultasi, sebagai sarana memantapkan penguatan komoditas lokal untuk kemandirian pangan. Setiap anggota KTNA Kabupaten Jayapura yang masuk dalam delegasi ini diharakan dapat menunjukan keahlian dan ketrampilannya pada bidang masing-masing dengan baik ,” cetusnya.

Ketua KTNA Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku juga menambahkan event ini menjadi moment komitmen bersama dalam penguatan komoditi pangan lokal, sekaligus Kabupaten Jayapura menampilkan produk-produknya yang menghipnotis banyak pengunjung.

“Kita menampilkan produk lokal di stand pameran, kesempatan ini juga petani dan nelayan dapat saling belajar terutama memahami inovasi di era digital karena hampir di semua bidang garapan kini menggunakan teknologi baru.

Dengan memahami teknologi baru lewat Pra-PENAS, lanjut Adolf Yoku selanjutnya para KTNA kembali ke bidang masing-masing dan menerapkan semua pengetahuan yang didapat, agar bidang usaha garapan menjadi maju dan menghasilkan produk yang bermutu dan dalam jumlah yang banyak.

Berbagai prodak lokal diantaranya kerupuk ikan gabus, pilus ikan gabus buatan kelompok Sentani barokah,  tuchu nichi amplang okan lohan, bakso ikan buatan kelompok MT.Al-alim. Selain itu non ikan yakni kekerangan non konsumtif atau pengrajin keran buatan kelompok patarau.

Selain itu juga binaan Dinas koperasi UMKM, promosikan sanggar kerajinan kulit kayu kalkote permai (topi, hiasan dinding, kulit kayu, aksesoris kulit kayu, noken) kelompok isoki.

Juga menyajikan es krim sagu, mi sagu bakso ikan dari kelompok mentari, aneka kue sagu dari kelompok akusa, susu coklat grime olahan ciienhha cookies, beras sagu ciena kukis, gula cair sagu.

Ada juga Kelompok Elaikalo lukisan kulit kayu, kain batik, topi mahkota, dompet, noken, Kelompok PKK kampung yansip kemtuk gresi menampilkan noken dari kulit mahkota dewa langsung praktek menganyam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here