Pemerhati Lingkungan Kabupaten Jayapura, Marshall Suebu

SENTANI, lpplrku.jayapurakab.go.id – Noken yang merupakan tas tradisional Papua dan sudah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO, kini telah digunakan oleh hampir semua kalangan dari berbagai tingkat strata sosial.

Penggunaan Noken semakin luas dalam beberapa waktu terakhir, tidak hanya digunakan sendiri. Tapi, juga sudah menjadi salah satu oleh-oleh atau cinderamata yang banyak dicari atau diburu tamu saat berkunjung ke Bumi Cendrawasih, terlebih pada saat event PON XX dan Peparnas XVI Papua Tahun 2021 lalu.

Salah seorang pemerhati lingkungan hidup di Kabupaten Jayapura, Marshall Suebu mengatakan, setelah Noken resmi dinyatakan oleh UNESCO sebagai warisan dunia, selanjutnya Indonesia diwajibkan menjaga ketersediaan bahan baku alami pembuatan Noken tersebut.

Untuk itu, kata Marshall, pihaknya beberapa waktu lalu telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak terkait menciptakan hutan percontohan tanaman penghasil bahan baku Noken.

“Kami sudah bekerja sama dengan sejumlah pihak, untuk membuat hutan percontohan tanaman penghasil bahan baku Noken,” katanya, saat dikonfirmasi di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, belum lama ini.

Selain itu, Marshall menambahkan, pihaknya juga memiliki ide untuk membuat hutan koleksi tanaman Noken Papua Indonesia (Hutan Kotanopi) yang sudah mendapat respon positif dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Kami juga punya ide untuk buat hutan Kotanopi atau koleksi tanaman Noken Papua Indonesia, dan ini sudah dapat respon positif dari pihak kementerian,” tambahnya.

Marshall bersama dengan Kelompok CPA Hiroshi saat ini sedang mendorong dikembangkannya hutan yang ditanami berbagai jenis tanaman penghasil bahan baku Noken di Kabupaten Jayapura.

“Yan dimulai dengan hutan percontohan yang sementara ini sedang disiapkan di wilayah Kemiri-Sentani, dengan luasan areal sekitar 2 hektar, untuk dikembangkan sebagai penghasil bahan baku Noken alami,” bebernya.

Untuk itu, Marshall berharap apa yang sedang dikerjakan bersama sejumlah komunitas pecinta alam di Bumi Kenambai Umbai ini dapat berjalan dengan baik, dan selanjutnya bisa juga dilakukan di kabupaten lain. Sehingga menjadi langkah nyata upaya melestarikan pohon penghasil bahan baku Noken, sekaligus hutan di Bumi Cendrawasih ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here